Makanan khas Korea tidak hanya identik dengan kimchi dan hidangan pedas. Kuliner Korea mencakup nasi campur, daging panggang, sup hangat, mi dingin, jajanan kaki lima, hingga makanan penutup. Beberapa hidangan memiliki rasa pedas dan tajam, sedangkan lainnya menawarkan rasa gurih, manis, segar, atau ringan.
Jika baru pertama kali mencobanya, bibimbap, bulgogi, gimbap, dan japchae termasuk pilihan yang relatif mudah diterima lidah Indonesia. Sementara itu, pencinta makanan pedas dapat mencoba tteokbokki, kimchi jjigae, atau dakgalbi.
Apa yang Membuat Makanan Korea Unik?
Kuliner Korea atau hansik banyak memanfaatkan nasi, sayuran, daging, makanan laut, serta bumbu hasil fermentasi. Gochujang atau pasta cabai fermentasi memberikan perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih. Doenjang, yaitu pasta kedelai fermentasi, menghasilkan rasa yang lebih kuat dan bersahaja.
Keunikan lainnya terlihat pada cara penyajian. Hidangan utama umumnya disertai beberapa lauk kecil yang disebut banchan. Menurut Korea Tourism Organization, makanan Korea dapat disajikan dalam satu mangkuk, seperti bibimbap, atau sebagai beberapa hidangan dalam piring-piring kecil di atas meja.
Daftar Makanan Khas Korea yang Populer
1. Kimchi
Kimchi adalah sayuran yang diasinkan, dibumbui, lalu difermentasi. Jenis yang paling dikenal menggunakan sawi putih, tetapi kimchi juga dapat dibuat dari lobak, mentimun, daun bawang, dan sayuran lainnya.
Rasa kimchi bisa pedas, asam, asin, dan sedikit manis. Cita rasanya akan berubah seiring berlangsungnya fermentasi. Kimchi dapat dimakan sebagai pendamping nasi maupun diolah menjadi sup, nasi goreng, panekuk, dan berbagai masakan lain.
Tradisi membuat dan berbagi kimchi secara kolektif disebut kimjang. Praktik budaya tersebut dimasukkan ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2013 oleh UNESCO.
2. Bibimbap
Bibimbap berarti nasi campur. Hidangan ini terdiri dari nasi yang diberi aneka sayuran, telur, daging, dan saus gochujang. Semua bahan diaduk sebelum disantap agar rasa serta teksturnya menyatu.
Salah satu variasinya adalah dolsot bibimbap yang disajikan dalam mangkuk batu panas. Bagian nasi yang menempel pada mangkuk akan menjadi kecokelatan dan renyah. Bibimbap cocok untuk pemula karena tingkat kepedasannya dapat disesuaikan dengan jumlah saus.
3. Bulgogi
Bulgogi adalah irisan tipis daging yang dimarinasi kemudian dipanggang atau dimasak di atas wajan. Marinasi umumnya memadukan kecap asin, bawang putih, gula, minyak wijen, dan buah seperti pir untuk membantu menghasilkan rasa manis gurih.
Karena biasanya tidak pedas, bulgogi dapat menjadi pilihan aman bagi orang yang baru mengenal makanan Korea. Dagingnya biasa disantap bersama nasi, sayuran, atau dibungkus daun selada.
4. Samgyeopsal
Samgyeopsal adalah potongan perut babi yang dipanggang langsung di meja. Setelah matang, daging dapat dibungkus dengan daun selada bersama bawang putih, kimchi, nasi, dan ssamjang, yaitu saus fermentasi untuk cocolan.
Pengalaman memanggang dan menyusun bungkusannya sendiri membuat samgyeopsal populer sebagai makanan untuk dinikmati bersama. Perlu diketahui bahwa hidangan ini menggunakan daging babi sehingga tidak sesuai bagi konsumen yang menghindarinya.
5. Tteokbokki
Tteokbokki merupakan jajanan berbahan tteok atau kue beras berbentuk silinder. Kue beras tersebut dimasak dalam saus merah yang biasanya menggunakan gochujang sehingga rasanya pedas, manis, dan gurih.
Tekstur tteokbokki kenyal dan cukup mengenyangkan. Hidangan ini sering dilengkapi telur rebus, daun bawang, odeng, mi, atau keju. Tingkat kepedasan dapat berbeda antara satu penjual dan penjual lainnya.
6. Gimbap
Gimbap dibuat dengan menggulung nasi dan berbagai isian menggunakan lembaran rumput laut. Isiannya dapat berupa telur, wortel, bayam, acar lobak, daging, tuna, atau sayuran.
Nasinya biasanya dibumbui minyak wijen sehingga gimbap memiliki aroma gurih yang khas. Makanan ini praktis dibawa sebagai bekal, piknik, atau camilan. Walaupun bentuknya menyerupai sushi gulung, racikan nasi dan kombinasi isiannya berbeda.
7. Japchae
Japchae adalah mi bening dari pati ubi jalar yang ditumis bersama sayuran, jamur, dan terkadang daging sapi. Bumbunya didominasi kecap asin, gula, bawang putih, dan minyak wijen.
Hidangan ini memiliki tekstur kenyal dengan rasa manis gurih dan umumnya tidak pedas. Japchae sering hadir dalam perayaan atau acara khusus, tetapi juga mudah ditemukan sebagai lauk sehari-hari.
8. Kimchi Jjigae
Kimchi jjigae adalah rebusan berbahan kimchi yang telah memiliki rasa cukup kuat. Kuahnya dapat dilengkapi tahu, daun bawang, bawang bombai, daging, atau makanan laut.
Rasanya pedas, asam, dan gurih sehingga cocok disantap dengan nasi hangat. Saat memesan, periksa jenis kaldu dan daging yang digunakan karena resepnya berbeda-beda.
9. Sundubu Jjigae
Sundubu jjigae merupakan rebusan tahu sutra yang biasanya disajikan mendidih dalam mangkuk batu. Tahu yang sangat lembut dipadukan dengan kuah pedas, telur, sayuran, daging, atau makanan laut.
Walaupun tampilannya merah, tingkat kepedasannya dapat berbeda. Beberapa restoran menyediakan versi tidak pedas atau versi dengan rasa tahu yang lebih dominan.
10. Samgyetang
Samgyetang adalah sup ayam utuh berukuran kecil yang diisi beras ketan, bawang putih, jujube, dan ginseng. Kuahnya cenderung ringan dan gurih, bukan pedas.
Di Korea, samgyetang terkenal sebagai makanan yang disantap pada hari-hari panas untuk memulihkan tenaga. Pengunjung biasanya menambahkan garam dan merica sesuai selera karena bumbu dasarnya relatif lembut.
11. Naengmyeon
Naengmyeon adalah mi dingin dengan tekstur kenyal yang populer pada musim panas. Mul naengmyeon disajikan dalam kuah dingin, sedangkan bibim naengmyeon dicampur saus merah yang pedas.
Versi berkuah memiliki rasa menyegarkan dan relatif lembut. Korea Tourism Organization menjelaskan bahwa kuahnya dapat dibuat menggunakan daging sapi, sementara versi pedas disajikan tanpa banyak kuah dan dicampur pasta cabai.
12. Dakgalbi
Dakgalbi merupakan tumisan ayam yang dimasak bersama kol, daun perilla, ubi, daun bawang, dan tteok dalam saus gochujang. Hidangan ini biasanya dimasak di atas wajan besar untuk disantap bersama.
Setelah lauk hampir habis, sisa sausnya kerap digunakan untuk membuat nasi goreng. Penambahan keju dapat membantu menyeimbangkan rasa pedas, meskipun membuat hidangan lebih kaya dan berat.
13. Pajeon
Pajeon adalah panekuk gurih dengan daun bawang sebagai salah satu bahan utamanya. Variasi yang menggunakan makanan laut disebut haemul pajeon.
Bagian luarnya dapat terasa renyah, sedangkan bagian dalamnya tetap lembut. Pajeon biasanya dipotong menjadi beberapa bagian dan disantap bersama saus cocol berbahan kecap asin.
14. Mandu
Mandu adalah pangsit Korea yang dapat dikukus, direbus, atau digoreng. Isiannya bervariasi, mulai dari daging cincang dan sayuran hingga tahu atau kimchi.
Mandu bisa disantap sebagai camilan maupun dimasukkan ke dalam sup yang disebut manduguk. Konsumen dengan kebutuhan khusus sebaiknya menanyakan isiannya karena bentuk luar tidak selalu menunjukkan jenis daging di dalamnya.
15. Korean Fried Chicken
Ayam goreng Korea terkenal dengan lapisan luar yang renyah serta pilihan saus yang beragam. Varian yangnyeom chicken dilapisi saus merah manis pedas, sedangkan varian kecap biasanya memiliki rasa manis gurih.
Hidangan ini merupakan bagian dari budaya kuliner Korea modern. Ayam sering disajikan bersama acar lobak yang segar untuk menyeimbangkan rasa gurih dan saus yang kuat.
16. Hotteok
Hotteok adalah adonan pipih yang dimasak di atas wajan dan diberi isian manis. Isi tradisionalnya dapat berupa gula cokelat, kayu manis, dan kacang-kacangan.
Camilan ini memiliki bagian luar kecokelatan dengan sirup panas di dalamnya. Hotteok banyak dicari saat cuaca dingin dan sebaiknya dimakan dengan hati-hati karena isiannya bisa sangat panas.
17. Bingsu
Bingsu adalah pencuci mulut berupa es serut halus dengan berbagai topping. Versi klasik, patbingsu, menggunakan pasta kacang merah manis, tteok, dan bubuk kacang.
Versi modern dapat menggunakan mangga, stroberi, cokelat, keju, atau susu kental. Porsinya sering cukup besar untuk dinikmati oleh dua orang atau lebih.
18. Songpyeon
Songpyeon adalah kue beras berbentuk setengah bulan yang berhubungan erat dengan perayaan Chuseok. Isiannya dapat berupa wijen, kacang, atau pasta kacang manis.
Kue ini dikukus bersama daun pinus yang membantu memberikan aroma khas. Teksturnya kenyal, sedangkan rasa isiannya cenderung lembut dan manis.
Makanan Korea yang Cocok Berdasarkan Selera
| Preferensi | Rekomendasi | Karakter Utama |
|---|---|---|
| Tidak suka pedas | Bulgogi, japchae, gimbap, samgyetang | Manis gurih atau berkuah ringan |
| Suka makanan pedas | Tteokbokki, dakgalbi, kimchi jjigae | Pedas, gurih, dan kaya bumbu |
| Ingin makanan berkuah | Sundubu jjigae, kimchi jjigae, samgyetang | Hangat dan mengenyangkan |
| Mencari makanan praktis | Gimbap, mandu, Korean fried chicken | Mudah dibagi atau dibawa |
| Menyukai hidangan manis | Hotteok, bingsu, songpyeon | Manis dengan tekstur beragam |
Cara Menikmati Makanan Korea
- Santap bersama banchan. Lauk kecil seperti kimchi, sayuran berbumbu, dan acar membantu menyeimbangkan hidangan utama.
- Campurkan bibimbap sebelum dimakan. Mengaduk seluruh bahan membuat saus dan topping tersebar merata.
- Buat ssam dalam satu suapan. Letakkan daging, nasi, saus, dan pelengkap dalam daun selada, lalu lipat.
- Pesan bertahap. Beberapa hidangan Korea memiliki porsi untuk berbagi sehingga sebaiknya periksa ukuran sebelum memesan banyak menu.
- Jangan menilai kepedasan dari warna saja. Kuah merah belum tentu sangat pedas, sedangkan saus yang tampak sedikit bisa memiliki rasa kuat.
Catatan Halal dan Bahan yang Perlu Diperiksa
Nama hidangan saja belum cukup untuk memastikan status halalnya. Bulgogi dapat memakai daging sapi, tetapi marinasi atau bahan tambahannya perlu diperiksa. Kimchi, sup, tteokbokki, dan banchan juga bisa menggunakan produk laut fermentasi, kaldu daging, atau bahan lain yang berbeda menurut resep.
Saat berkunjung ke Korea, cari restoran dengan keterangan yang jelas dan tanyakan jenis daging, kaldu, serta saus yang digunakan. Korea Tourism Organization membagi restoran ramah Muslim ke dalam kategori Halal Certified, Self-certified, Muslim Friendly, dan Pork Free. Kategori Pork Free tidak otomatis berarti seluruh menunya halal. Periksa penjelasan kategori melalui panduan wisata ramah Muslim VisitKorea.
Pertanyaan Umum Tentang Makanan Khas Korea
Apa Makanan Khas Korea yang Paling Terkenal?
Kimchi, bibimbap, bulgogi, tteokbokki, dan samgyeopsal termasuk makanan Korea yang paling dikenal. Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada preferensi rasa dan kebutuhan bahan setiap orang.
Apakah Semua Makanan Korea Pedas?
Tidak. Bulgogi, japchae, gimbap, samgyetang, dan beberapa jenis naengmyeon umumnya tidak pedas. Pada hidangan tertentu, tingkat kepedasan juga dapat diatur dengan mengurangi saus gochujang.
Apa Makanan Korea yang Cocok untuk Pemula?
Bibimbap, bulgogi, japchae, dan gimbap cocok untuk pemula karena rasanya relatif familier dan tingkat kepedasannya rendah atau dapat disesuaikan. Jika menyukai sup ringan, samgyetang juga layak dicoba.
Apa Perbedaan Gimbap dan Sushi?
Gimbap biasanya menggunakan nasi berbumbu minyak wijen dan isian yang telah dimasak atau dibumbui, seperti telur, sayuran, serta daging. Sushi Jepang umumnya memakai nasi berbumbu cuka dan dapat dipadukan dengan ikan mentah maupun bahan lainnya.
Kesimpulan
Makanan khas Korea menawarkan pilihan yang jauh lebih beragam daripada hidangan pedas. Ada bibimbap yang seimbang, bulgogi yang manis gurih, samgyetang berkuah ringan, tteokbokki yang kenyal, hingga hotteok yang manis.
Untuk pengalaman pertama, pilih menu berdasarkan toleransi pedas dan bahan yang disukai. Mulailah dengan bulgogi, japchae, gimbap, atau bibimbap, kemudian lanjutkan ke kimchi jjigae dan dakgalbi jika ingin mengeksplorasi rasa yang lebih kuat.
