Pernahkah Anda sedang berjalan kaki di tengah cuaca panas lalu merasa ingin menyeruput kopi dingin yang enak namun tidak ingin merogoh kocek terlalu dalam? Bagi banyak orang yang tinggal di kota besar, jawabannya sering kali jatuh pada FamilyMart.
Nama ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Toko kelontong atau convenience store yang identik dengan warna hijau, putih, dan biru ini telah berubah menjadi bagian dari gaya hidup urban.
Namun, tahukah Anda dari mana asal mula toko ini dan bagaimana perjalanannya hingga menjadi salah satu tempat nongkrong paling populer saat ini?
Sejarah FamilyMart
FamilyMart bukanlah pemain baru dalam industri ritel global. Jaringan toko ini berasal dari Jepang, sebuah negara yang memang terkenal dengan budaya toko kelontong yang sangat efisien dan inovatif. Sejarah FamilyMart dimulai pada bulan September tahun 1973.
Pada saat itu, gerai pertama dibuka di Kota Sayama, Prefektur Saitama, Jepang. Awalnya, bisnis ini berada di bawah naungan Seiyu Group, sebuah perusahaan ritel besar di Jepang yang ingin mencoba format toko yang lebih kecil dan praktis dibandingkan supermarket.
Seiring berjalannya waktu, konsep toko kelontong modern ini ternyata sangat diminati oleh masyarakat Jepang yang memiliki mobilitas tinggi. FamilyMart menawarkan kemudahan akses bagi pelanggan untuk membeli kebutuhan sehari hari tanpa harus mengantre lama.
Pada tahun 1998, struktur kepemilikan perusahaan mengalami perubahan besar ketika Itochu Group, salah satu perusahaan perdagangan internasional atau sogo shosha terbesar di Jepang, membeli saham mayoritas FamilyMart.
Di bawah kepemimpinan Itochu, FamilyMart melakukan ekspansi yang sangat agresif ke luar negeri, termasuk ke Taiwan, Thailand, China, hingga akhirnya mendarat di Indonesia.
Nama FamilyMart sendiri bukan sekadar label bisnis. Nama tersebut dipilih untuk menggambarkan filosofi perusahaan yang ingin membangun hubungan seperti layaknya keluarga antara pihak manajemen, pemilik waralaba, dan para pelanggan.
Kantor pusat global mereka saat ini berada di Shibaura, Minato-ku, Tokyo, yang menjadi pusat kendali bagi ribuan gerai yang tersebar di seluruh Benua Asia.
Kehadiran FamilyMart di Pasar Indonesia
Perjalanan FamilyMart di Indonesia dimulai pada tahun 2012. Masuknya merek ini ke tanah air membawa angin segar bagi industri ritel modern. Di Indonesia, hak lisensi tunggal untuk mengoperasikan FamilyMart dipegang oleh PT Fajar Mitra Indah.
Perusahaan ini merupakan bagian dari Wings Group, raksasa produsen barang konsumsi yang dimiliki oleh keluarga Katuari. Sinergi antara keahlian ritel asal Jepang dengan kekuatan logistik serta jaringan distribusi dari Wings Group membuat FamilyMart tumbuh dengan sangat stabil di tengah persaingan ketat.
Pada awalnya, FamilyMart harus bersaing dengan pemain lama yang sudah menguasai pasar selama puluhan tahun. Namun, mereka berhasil menemukan celah pasar yang unik.
Jika toko kelontong lain hanya berfokus pada penjualan barang kebutuhan rumah tangga, FamilyMart Indonesia memposisikan diri sebagai tempat yang menyediakan makanan dan minuman siap saji yang berkualitas dengan harga terjangkau. Strategi ini sangat efektif menarik minat pekerja kantoran, mahasiswa, hingga pelajar.
Transformasi digital juga menjadi kunci kesuksesan mereka di Indonesia. Di bawah arahan Wirry Tjandra selaku CEO FamilyMart Indonesia, perusahaan ini sangat aktif dalam mengembangkan sistem pembayaran nontunai, layanan pesan antar melalui aplikasi, hingga penggunaan robot pembuat kopi otomatis yang sempat viral di media sosial.
Produk dan Menu Unggulan FamilyMart
Salah satu alasan utama mengapa orang rela mengantre di FamilyMart adalah karena menu makanannya. Di Indonesia, FamilyMart lebih dikenal sebagai kafe berkonsep minimarket daripada sekadar toko kelontong biasa.
Berikut adalah beberapa kategori produk dan menu yang menjadi primadona di kalangan pelanggan:
1. Minuman FamiCafe yang Fenomenal
Jika kita berbicara tentang FamilyMart, kita tidak bisa melewatkan Kopi Susu Keluarga atau yang sering disebut dengan KSK. Minuman ini adalah campuran kopi espresso, susu cair, dan gula aren yang memiliki rasa seimbang antara pahit dan manis.
Harganya yang sangat ekonomis membuat KSK menjadi minuman sejuta umat. Selain KSK, ada juga pilihan lain seperti Dolce Latte, Premium Chocolate, dan Matcha Latte yang tidak kalah populer. Bagi yang tidak menyukai kopi, tersedia pula seri minuman buah yang menyegarkan seperti Iced Honey Yuzu.
2. FamiCiki dan Olahan Ayam Goreng
FamiCiki adalah singkatan dari FamilyMart Chicken. Ini adalah ayam goreng fillet tanpa tulang yang memiliki tekstur renyah di luar namun tetap juicy di dalam.
Produk ini sangat terinspirasi dari menu serupa di Jepang. Di Indonesia, FamiCiki sering kali disajikan dengan sentuhan lokal, seperti tambahan sambal korek atau sambal matah yang pedas, sehingga sangat cocok dengan lidah masyarakat setempat.
3. Oden dan Makanan Hangat
Oden adalah makanan khas Jepang berupa berbagai macam olahan ikan atau fish cake yang direbus di dalam kuah kaldu. Pelanggan bisa memilih sendiri isi oden seperti fish ball, chikuwa, hingga crab stick.
Ada dua pilihan kuah yang tersedia, yaitu kuah original yang gurih atau kuah tom yum yang asam pedas. Menu ini sering menjadi penyelamat di saat hujan atau ketika pelanggan membutuhkan makanan hangat yang cepat saji.
4. Makanan Ringan dan Onigiri
Sebagai toko yang berasal dari Jepang, tentu saja Onigiri menjadi produk wajib. Nasi bungkus rumput laut ini tersedia dalam berbagai isian seperti Tuna Mayo, Spicy Salmon, hingga Bulgogi. Selain itu, FamilyMart juga menjual berbagai macam roti, sandwich, dan mochi yang selalu segar setiap harinya.
Jika Anda ingin tahu daftar harga makanan di FamilyMart, simak pada artikel Daftar Menu FamilyMart dan Harganya Terbaru.
Lokasi Outlet di Indonesia
Ekspansi FamilyMart di Indonesia dilakukan secara terukur dan strategis. Pada awalnya, gerai gerai mereka hanya dapat ditemukan di pusat bisnis Jakarta, seperti di Sudirman, Kuningan, dan Thamrin. Hal ini dilakukan untuk menyasar para pekerja kantoran yang membutuhkan sarapan atau makan siang cepat.
Kini, FamilyMart sudah memiliki lebih dari 500 outlet yang tersebar di berbagai wilayah. Jabodetabek tetap menjadi basis kekuatan utama mereka dengan ratusan gerai yang tersebar hingga ke pemukiman warga di Bekasi, Depok, dan Tangerang.
Namun, ekspansi tidak berhenti di situ saja. Dalam beberapa tahun terakhir, FamilyMart mulai merambah wilayah Jawa Timur dengan membuka banyak toko di Surabaya, Malang, dan Sidoarjo.
Pulau Dewata, Bali, juga menjadi target lokasi yang penting bagi mereka untuk melayani wisatawan domestik maupun mancanegara. Yang terbaru dan cukup menghebohkan adalah ekspansi besar besaran mereka ke Kota Bandung.
FamilyMart secara serentak membuka tujuh gerai di lokasi ikonik di Bandung seperti Jalan Braga, kawasan Dago, dan area Cihampelas. Langkah ini menunjukkan bahwa FamilyMart ingin terus mendekatkan diri kepada komunitas anak muda yang menjadi target pasar utama mereka.
FamilyMart telah berhasil mengubah persepsi orang mengenai toko kelontong. Dari sebuah toko kecil di pinggiran kota Jepang pada tahun 1973, kini ia telah bertransformasi menjadi kekuatan besar di industri ritel internasional.
Keberhasilan mereka di Indonesia didorong oleh kemampuan untuk beradaptasi dengan budaya lokal, terutama dalam penyajian menu makanan dan minuman yang sesuai dengan selera masyarakat.
Dengan dukungan manajemen yang kuat dari PT Fajar Mitra Indah dan Wings Group, FamilyMart terus berinovasi untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggannya.
Baik Anda mencari tempat untuk sekadar membeli minuman dingin, makan siang praktis, atau bahkan tempat duduk sejenak untuk beristirahat, FamilyMart selalu hadir dengan pelayanan yang hangat.
